Kamis, 06 Oktober 2011

Catatan Panjang Century Part 4

Inkonsistensi dan pembohongan publik atau tuduhan kepada Sri Mulyani
# Rekening Emir Moeis Gate
* Fahry Hamzah @Rek. Emir Moeis
http://politik.vivanews.com/news/read/129568-fahri__anak_emir_moeis_yang_nasabah_century
Fahry Hamzah ; "Emir itu, anaknya (yang nasabah). Bukan dia sendiri. Dan dia (anak Emir Moeis) memang sudah lama punya rekening di Century,". Menurut Fahri, siapapun termasuk anak dari Emir Moeis sah-sah saja menjadi nasabah Bank Century. Dan itu tidak menjadi masalah bagi Pansus Century.

Catatan Panjang Century Part 3

Part 3.

viii. Mengapa Pemerintah Terkesan ‘Begitu Peduli’ Dengan Para Pemilik Modal Besar ? Karena Neolib-kah ?
1. Mereka juga bagian dari masyarakat Indonesia. Hal ini mau gak mau harus diakui ; akibat kehidupan selama Orde Baru telah menjadikan sebagian besar dari kita berpikir bahwa setiap orang kaya = ‘gak beres’. Mengingat kondisi waktu itu banyak penguasa yang lebih kaya dari pengusaha sementara banyak pengusaha lebih berkuasa dibanding penguasa. Tapi pasca reformasi (setelah Indonesia berganti pemimpin 4 kali) rasanya banyak perbaikan yang mulai dapat dirasakan :)

Catatan Panjang Century Part 2

Part 2.

xvii. Kenapa Status Dana LPS ini Dijadikan Perdebatan ?
* Logika Audit Investigasi BPK ;
kerugian itu disebabkan praktik-praktik perbankan tidak sehat dan pelanggaran ketentuan oleh pengurus bank, pemegang saham, dan pihak terkait dalam pengelolaan Bank Century. Sebab, Bank Century ditetapkan sebagai bank gagal dan penanganannya dilakukan LPS, "Maka kerugian itu harus ditutup melalui PMS, yang merupakan bagian kerugian negara,"

Catatan Panjang Century Part 1

Part 1.

i. Kenapa Bank Yang Dirampok Oleh Pemiliknya Sendiri Diselamatkan ?
- Yang merampok adalah PEMILIK & PENGELOLA bank,

- Yang dirampok adalah dana milik ± 65.000 NASABAH yang disimpan di bank,

- Jadi yang diselamatkan KSSK adalah ± 65.000 nasabah KORBAN PERAMPOKAN, bukan perampoknya.
Sabtu, 01 Oktober 2011

Sri Mulyani Symbol Perlawananku

Bambang Subang Hari ini dimana politik sulit untuk di temukan lagi tujuan dan definisinya, aku berdikusi dengan seorang rekan tentang apa yg sesungguhnya terjadi ketika kesengsaraan menjadi berita harian, kebusukan menjadi tontonan yg monoton. dan bagaimana cara mengembalikan politik kepada dasarnya dan pada mulanya politik yg diadakan sebagai keseluruhan tindakan untuk menyempurnakan kebahagian kehidupan bermasyarakat. lantas siapa saja yg bisa mengembalikan politik itu kepada tujuan dan asal mulanya??

Label

Entri Populer

About Me