Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Maret 2012

“We Never Give Up To Love Our Country”

Sri Mulyani Bicara Gender dan Kepemimpinan Perempuan.

Hasil wawancara dengan Gadis Arivia (Pendiri Yayasan Jurnal Perempuan).
saya menemui Sri Mulyani Indrawati untuk berbincang-bincang soal kepemimpinan perempuan, lessons learned ketika ia menjadi Menteri Keuangan dan korupsi di Indonesia. Sri Mulyani tampak santai, penuh gelak tawa meski substansi pembicaraan sangat serius. Suhu udara di luar sangat dingin, kopi hangat yang menemani pembicaraan kami terasa sungguh nikmat. Kalimat demi kalimat terus meluncur dari perempuan yang telah beberapa kali dinobatkan sebagai “perempuan yang sangat berpengaruh” di dunia. Baru-baru ini harian bergengsi LeMonde, Perancis, menjulukinya “Sosok dari Indonesia yang memenuhi semua persyaratan: pengalaman, karisma, integritas yang berkilau bagaikan emas… dan layak untuk diajukan sebagai calon pemimpin Bank Dunia maupun presiden Indonesia menggantikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.” Percakapan di sore hari, 16 januari 2012 itu menguatkan lagi ucapannya ketika politik memaksanya mundur dari pemerintahan: “Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia”.
Senin, 23 Januari 2012

Apalah Namanya Lupa!! Eh IMF ya???


Pengantar Redaksi



Sempat ada gosip beredar belum lama ini tentang Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang di antaranya dimuat di INILAH.COM, Selasa, 1 Februari 2011. Gosip itu menyatakan SMI adalah SPG (sales promotion girl) IMF. Beberapa tanggapan yang membantah gosip itu dikemukakan beberapa pihak. Salah satunya dari Pande Radja Silalahi, ekonom senior CSIS yang dikutip INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (2/2/11), “”"Kok ada tuduhan seperti itu. Saya yakin, pinjaman IMF (International Monetary Fund) sangat jelas aturan mainnya. Secara teoritis, tuduhan itu tidak masuk akal. Saya melihatnya jauh dari akal.”"
Kamis, 19 Januari 2012

Kenapa bank Century Harus Diselamatkan??

Kenapa bank Century Harus Diselamatkan
Tuahta Aloysius Saragih


Krisis financial dan ekonomi bias menjalar. Memiliki contagion effect atau efek domino. Disebut efek domino karena jika anda berdirikan kartu domino lalu kalau satu kartu anda dorong hingga menyentuh yg lain maka semua kartu itu akan rubuh. Ini analogi yang sering diapakai kenapa kalau satu bank dirush oleh nasabahnya, maka otoritas moneter (BI) dan otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) seperti melihat setan. Takut setengah mati dan ambil ancang-ancang untuk membangun pertahanan untuk menyelematkan diri.
Rabu, 18 Januari 2012

Sri Mulyani, Nasionalisme, dan Tinju

Posted on September 22, 2011
by Muhammad Chatib Basri*
*) Mantan anggota staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Deputi Menteri Keuangan untuk
G-20

Pittsburgh, 25 September 2009. Saya catat hari itu dalam ingatan. Presiden Obama meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membagikan pengalaman Indonesia dalam menurunkan subsidi bahan bakar minyak, dalam forum amat penting G-20. Kita ingat pada 2005 dan 2008, Indonesia menaikkan harga BBM dan mengalokasikan subsidinya untuk rakyat miskin. Mungkin aneh bagi sebagian di antara kita, mengapa kebijakan yang di dalam negeri dicaci maki justru layak dijadikan contoh oleh negara anggota G-20.
Siang itu, Presiden SBY sudah bersiap memberikan paparannya. Sayangnya, waktu dalam sesi makan siang itu amat terbatas, padahal ada tiga topik yang dibahas, dan giliran SBY yang terakhir. Waktu habis dan Presiden pun tak jadi bicara. Tentu kami semua-Menteri Keuangan Sri Mulyani; juru bicara Presiden, Dino Patti Djalal; Mahendra Siregar; dan saya-amat kecewa.
Kamis, 12 Januari 2012

DEMOKRASI KURVA LONCENG

Tiga survei tentang elektabilitas calon presiden 2014 dua pekan lalu. Tiga-tiganya datang dengan hasil berbeda. Kelirukah metodologinya? Atau desain risetnya memang dirancang unutuk  “memenangkan sang calon”.

Kurva lonceng adalah ideologi para surveyor. Dijamin standar baku metodologi, kurva itu seharusnya tidak meliuk-liuk berlebihan.tapi sejak politik diasuransikan pada statistik, liuk kurva itu akan sangat bergantung pada premi para politikus.
Sabtu, 12 November 2011

Absurditas Penanganan Kasus Bank Century

Absurditas Penanganan Kasus Bank Century
By Hendarmin Ranadireksa in Forum Indonesia Sejahtera (FIS)
  1. Pemahaman Dasar.

  1. Siapa yang bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah (eksekutif)?

  • Yang bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah adalah kepala pemerintahan/kepala eksekutif. Dalam sistem parlementer yang bertanggung jawab adalah Perdana Menteri, dalam sistem presidensial yang bertanggung jawab adalah Presiden. Presiden, dalam sistem presidensial, adalah Kepala Negara merangkap Kepala Pemerintahan.

  1. Ke mana pertanggungjawaban kebijakan pemerintah disampaikan?

  • Dalam sistem parlementer (karena kabinet dibentuk oleh parlemen, khususnya oleh partai pemenang pemilu, dengan atau tanpa koalisi), maka perdana menteri dan menteri mempertanggungjawabkan kebijakan pemerintahannya pada parlemen. Parlemen bisa meminta pertanggungjawaban kebijakan pemerintah kapan saja diperlukan.

  • Dalam sistem presidensial, presiden dipilih rakyat maka kebijakan pemerintahan dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Kebijakan presiden yang tidak populer tidak sertamerta bisa menjatuhkan presiden. Indikasi kebijakan diterima atau tidaknya kinerja presiden hanya bisa dilihat nyata ketika presiden mencalonkan diri untuk menjadi presiden kembali dalam periode berikutnya.
Rabu, 12 Oktober 2011

Rocky Gerung: Ambisi Hitam

Pada akhirnya ambisi-ambisi politik itu tak terkendalikan lagi. Mereka yang hendak me­mu­puk harta dan mereka yang hendak mewariskan tahta, kini ber­lom­ba menguasai jalan menuju 2014. Kendati tampil tanpa ide, politik awal tahun 2011 ini telah memulai hiruk-pikuk itu: ‘obral capres’!
Senin, 10 Oktober 2011

Robertus Robet: Masih adakah Indonesia?

Atas nama krisis, konflik, kasus-kasus korupsi, kebobrokan para politisi dan kekerasan primordial serta seluruh keterbelakangan yang mungkin bisa dideret satu demi satu di Indonesia, banyak orang melalui opini, wawancara, dan diskusi-diskusi mengajukan pertanyaan yang sedikit berlebihan, tetapi sah dan perlu dijawab, yakni: Masih adakah Indonesia?

Label

Entri Populer

About Me